KEJANGGALAN DIBALIK LEDAKAN DI LEBANON




Pemerintah masih menyelediki secara lanjut mengenai ledakan besar di Beirut, Lebanon yang bisa menewaskan sekitar 150 orang. Sejauh yang kita tau, bahwa faktor utama dari ledakan ini yaitu karena amonium nitrat yang tersimpan di pelabuhan. Namun sebenernya masih ada kejanggalan yang muncul sehingga membuat banyak pertanyaan publik.

Apa saja kejanggalannya?

Kejanggalan yang pertama yaitu mengapa zat berbahaya itu disimpan selama bertahun-tahun padahal sifatnya aktif mudah meledak berada di pelabuhan Lebanon. Pasalanya kapten kapal kargo yang pernah membahawa zat tersebut sudah mengatakan sejak awal seharunya zat tersebut jangan di simpan di Beirut. Mungkinkah ada maksud lain untuk penyimpanan zat kimia tersebut? karena yang kita tahu bahw Lebanon merupakan negara yang sering terlibat konflik bersenjata dengan negara lain.

Pasalnya kapten dari kapal Rhosus mengatakan bahwa pemilik kapal ingin mengambil kargo tambahan dengan begitu ia ingin meminta singgah sebentar di Lebanon. Padahal tidak ada rencana bahwa kapal Rhosus akan berlabuh di Beirut.

Saat singgah di Beirut pun, kapal sudah memuat amonium nitrat sebanyak 2.750. Sebelum kapal melanjutkan perjalanan lagi, awak kapal disuruh untuk membuat alat berat dan membawanya ke Yordania tepatnya di Pelabuhan Aqaba. Tapi nyatanya kapal tersebut tidak pergi dan menetap di Beirut karena gagal membawa kargo tambahan. Awak kapal pun jadi terlibat dalam urusan hukum padahal ia sudah mengatakan bahwa itu akan menghancurkan seluruh kapal dan yang ada di sekitarnya.

Lalu ada kejanggalan yang kedua sehingga membuat pertanyaan yang laainnya mengenai persoalan mengapa kapal tersebut di biarkan begitu saja dan tidak pernah diurus di Beirut.

Ada yang menuduh bahwa pemilik kapal telah meninggalkan kapalanya untuk melarikan diri agar tidak ditangkap karena diketahui bahwa cek untuk mebayar tagihan palsu. Pemilik kapal pun memang dinyatakan telah bankrupt dan telah meninggalkan kapan begitu saja. Tapi masih ada pertanyaan lain yang menjadi keanehan dimana pembeli amonium nitrat yang dibeli dari Mozambik tidak pernah meminta barang tersebut.

Disisi lain, Kaptel kapal dan 3 orang lainnya telah menghabiskan 11 bulan hidup di kapal untuk mengikuti proses hukum di Lebanon. Mereka hanya diberi pasokan makanan dan tidak diberi gaji. Ketika mereka pulang pun, zat tersebut masih belum di keluarkan dari Rhosus.

Kejanggalan yang terakhir adalah mengapa zat berbahaya tersebut disimpan di Hanggar?

Alasannya karena demi keamanan dari kapal tersebut sehingga di keluarkan dan disimpan di dalam hangar. Kapten dari Rhosuspun mengatakan jika kapal tersebut telah memuat kargo tambahan, mungkin amonium nitrat itu tidak ada di Beirut.

Karena zat yang sangat mudah meledak dengan itulah mengapa mereka mempertahankannya karena amonium nitrat memiliki konsentrasi yang tinggi. Bisa jadi bahwa ledakan tersebut di sebabkan oleh pemerintah Lebanon karena telah menahan Rhosus di pelabuhan, padahal mereka mengetahui betapa bahayanya kargo tersebut dan harusnya mereka membayar pemilik kapal untuk bisa membawa keluar kargo dari Beirut.

Dari sisi pemerintah Lebanon pun mengakui tentang peringatan bahwa zat tersebut bisa saja meledak sewaktu-waktu. Setelah benar ledakan itu terjadi, peringatan tersebut hanya menjadi sebatas peringatan saja. Anehnya mereka tidak mengambil tindakan apapun padahal sudah tau sangat berisiko tinggi, tapi jika sudah terjadi seperti ini juga tidak tahu siapa yang harus di salahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post