KEBARAKAN HUTAN DI CALIFORNIA




Kebakaran hutan yang terjadi pada tanggal 2 Agustus 2020 tepatnya hari senin terjadi di Calirfornia, Amerika Serikat. Kebaran besar berlokasi pada kawasan hutan sebesar 89.000 hektar dan membakar sekitar 500 bangungan. Kebakaran ini mengharuskan menerjunkan petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api karena berisiko akan mengancam ribuan orang yang berada di timur Los Angeles.

Kepulan asap pun sudah terlihat dari jauh, kebakaran ini disebabkan oleh rendahnya kelembaban dan suhu yang tinggi. Lebatkan kebakaran ini juga dipiru karena iklim yang sedang panas dan kering sehingga membuat api semakin menyala hingga mendekati area permukiman.

Pemerintah memberitakan bahwa lebih dari 100.000 orang diungsikan dari rumah dan belum diketahui kapan mereka bisa kembali kerumahnya masing-masing. Mereka pun harus mengungsi ke tempat perlindungan tetapi sedikit masih banyak ragu kalau harus pergi ke tempat evakuasi di pusat karena ancaman covid-19 masih meneyebar. Dilansir dari Bangkok post, ada lima kematian baru yang dipicu oleh lebih dari 12.000 sambaran petir. Karena suhu pada akhir pekan cenderung lebih dingin, makanya selalu ada potensi petir yang lebih kering.

Kebakaran hebat tersebut merupakan kebakaran terbesar ke 7 dalam sejarah pada negara bagian itu, wisatawan yang sedang berada di wilayah itu juga diminta untuk pergi dan melarian diri dari kobaran api.

Banyak pihak yang mengatakan bahwa kebarakan itu mungkin disengaja namun pemerintah masih menyelidikinya secara langsung. Kini masyarakat wilayah California utara, Amerika Serikat harus berhadapan dengan udara yang tidak sehat dengan suhu tinggi dan adanya pemadan listrik akibat kebakaran besar ini. Kualitas udara juga menjadi tidak sehat, masyarakat disana pun sangat rentan terkena gangguan pernagasan.

Pemerintah setempat pun mengimbau untuk masyarakat tetap berada di dalam rumah sampai api mereda. Karena dikhawatirkan, udara dan asap yang dihasilkan dari kebakaran terseut bisa membuat iritasi mata dan saluran pernafasan. Selain itu juga bisa menyebabkan tenggoran kering dan gatal serta batuk. Sejumlah orang juga merasakan pusing padahah orang tersebut sehat-sehat saja. Makanya sangat tidak kebayang jika kondisi ini menyerang kepada usia lanjut atau penderita asma.

Kondisi seperti ini sangat mengkhawatirkan karena kejadian tengah ketika masa pandemic, sementara itu masyarakat juga dihimbau untuk menghemat listrik. Namun jika mereka tidak menyalakan AC, mereka akan terjebak kepanasan di dalam rumah.

Masyarakat yang keluar rumah jjuga diharapkan tetap memaskai masker untuk melindungi diri dari virus dan asap. Sebuah penelitian juga mengatakan bahwa cuaca yang kering dan panas bisa membuat perubahan iklim yang hebat sehingga akan banyak hutan yang terbakar. Pasalanya suhu sudah mencapai lebih dari 50 derajat selama 2 hari.

Udara yang tidak sehat juga bisa membuat jumlah pasien rawat inap terkena asma semakin banyak. Belum lagi kebakaran hutan ini bisa meningkatkan risiko pasien kasus virus cporona ringan menjadi lebih parah. Seperti yang kita tahu bahwa virus corona bisa menganggu sistem pernafasan. Partikel -pertikel dari asap ini bisa masuk ke dalam tubuh hingga bisa merusak orparu-paru, selain itu bisa memicu tubuh untuk peradangan karena tidak adanya sistem kekebalan untuk melawan infeksi.

Semoga dengan keadaan yang seperti ini, kebakaran bisa cepat pulih dan juga masyarakat disana dapat beraktivitas kembali. Karena tidak kebayang kan, dunia sedang dilanda oleh pandemi, sementara di wilayah California harus berhadapan dengan kebakaran hutan yang sangat hebat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post